Selasa, 21 Mei 2013

Keterangan 7 komponen utama pendekatan pembelajaran


1. Konstruktivisme :
n  Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.
2. Menemukan (Inkuiri)
n  Siklus menemukan meliputi :
                                * Observasi (pengamatan)
                                * Bertanya
                                * Mengajukan dugaan (hipotesis)
                                * Mengumpulkan data
                                * Menyimpulkan
3. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya

  •  Siswa membuat peta kota-kota besar sendiri.
  • Siswa membuat paragraf deskripsi sendiri.
  • Siswa membuat bagan sisilah raja-raja Majapahit sendiri.
  • Siswa membuat penggolongan tumbuh-tumbuhan sendiri.
  • Siswa membuat essai atau usulan kepada Pemerintah tentang berbagai masalah di daerahnya sendiri. Dst
4. Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru atau audien yang lain

  •  Karya siswa disampaikan teman sekelas atau kepada orang banyak untuk mendapatkan masukan
  •  Bertanya jawab dengan teman
  •  Memunculkan ide-ide baru
  •  Melakukan refleksi
  • Menempelkan gambar, karya tulis, peta, dan sejenisnya di dinding kelas, dinding sekolah, majalah dinding, majalah sekolah, dsb.
Langkah-langkah kegiatan menemukan (inkuiri):
  1. Merumuskan masalah (dalam matapelajaran apapun)

  •  Bagaimanakah silsilah raja-raja Majapahit? (sejarah)
  •  Bagaimanakah cara melukiskan suasana menikmati ikan bakar di tepi pantai Kendari? (bahasa Indonesia)
  • Ada berapa jenis tumbuhan menurut bentuk bijinya? (biologi)
  • Kota mana saja yang termasuk kota besar di Indonesia? (geografi)
2. Mengamati atau melakukan observasi

  • Membaca buku atau sumber lain untuk mendapatkan informasi pendukung
  •  Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari sumber atau objek yang diamati
3. Bertanya :

  • Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari “bertanya”. Pada semua aktivitas belajar, “bertanya” dapat diterapkan antarsiswa, antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan ahli/model.
Dalam sebuah pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk
(1). Menggali informasi, baik administrasi maupun akademis
(2). Mengecek pemahaman siswa
(3). Membangkitkan respon kepada siswa
(4). Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa
(5). Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa
(6). Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru
(7). Untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa
(8). Untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.
                .4.  Masyarakat belajar :
                                Terjadi jika ada proses komunikasi dua arah. Hasil belajar diperoleh dari sharing antarteman, antarkelompok.
Masyarakat belajar di kelas dapat terwujud dalam :

  •  Pembentukan kelompok kecil
  • Pembentukan kelompok besar
  • Mendatangkan ‘ahli’ ke kelas (tokoh, olahragawan, dokter, perawat,                petani, pengurus organisasi,polisi, tukang kayu, dsb)
  • Bekerja dengan kelas sederajat
  • Bekerja kelompok dengan kelas diatasnya
  •  Bekerja dengan masyarakat
    5.   Permodelan :

  •   Ada model yang bisa ditiru, atau memberi contoh. Model bisa guru, siswa, dan ahli untuk topik tertentu yang didatangkan dari luar.
  •   Bagaimanakah contoh praktek permodelan dikelas?

  1.  Guru olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu di hadapan siswa
  2.  Guru PPKN mendatangkan seorang veteran kemerdekaan ke kelas, lalu            siswa diminta bertanya jawab dengan tokoh itu
  3.  Guru geografi menunjukkan peta jadi yang dapat digunakan sebagai contoh   siswa dalam merancang peta daerahnya
  4.  Guru biologi mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan
  5.  Guru bahasa Indonesia menunjukkan teks berita dari Harian Kompas, Jawa     Pos, dsb. sebagai model pembuatan berita
  6.  Guru kerajinan mendatangkan ‘model’ tukang kayu ke kelas, lalu         memintanya untuk bekerja dengan peralatannya, sementara siswa menirunya.
                6.  Refleksi :
           Cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan di masa yang lalu.
  
Realisasi refleksi di kelas

  •         pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu
  •         catatan atau jurnal di buku siswa
  •        kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu
  •        diskusi
  •        hasil karya
               7.   Penilaian sebenarnya :

  •    Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan hanya hasil dengan berbagai cara bai tes maupun nontes

  •   Hal-hal yang bisa digunakan sebagai dasar menilai prestasi siswa
(1).   Proyek/kegiatan dan laporannya
(2).   PR
(3).   Kuis
(4).   Karya siswa
(5).   Presentasi atau penampilan siswa
 (6).   Demonstrasi
 (7).   Laporan
 (8).   Jurnal
 (9).   Hasil tes tertulis
(10). Karya tulis
Intinya, dengan authentic assessment, pertanyaan yang ingin dijawab adalah “Apakah anak-anak belajar?”, bukan “apa yang sudah diketahui?”. Jadi, siswa dinilai kemampuannya dengan berbagai cara. Tidak melulu dari hasil ulangan tulis!

Ada 7 komponen utama pendekatan pembelajaran


  1. Konstruktivisme (constructivism)
  2. Menemukan (inquiry)
  3. Bertanya (questioning)
  4. Masyarakat belajar (learning community)
  5. Pemodelan (modeling)
  6. Refleksi (reflection)
  7. Penilaian sebenarnya (authentic assessment

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar